Utama Blog Halaman 310

Waktu membaca Ta’awudz ketika solat

0

Ibn Hajar al-Haitami berkata:

(وَيَفُوْتُ) دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ (بِالتَّعَوُّذِ) فَلاَ يُنْدَبُ لَهُ الْعَوْدُ إِلَيْهِ لِفَوَاتِ مَحَلِّهِ (وَ) يَفُوْتُ (بِجُلُوْسِ الْمَسْبُوْقِ مَعَ اْلإِمَامِ) كَذَلِكَ، فَلَوْ سَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ لَمْ يَفُتْ، وَ(لاَ) يَفُوْتُ (بِتَأْمِيْنِهِ مَعَهُ) أَيْ مَعَ إِمَامِهِ ِلأَنَّهُ يَسِيْرٌ.

Dan do’a iftitah itu hilang(berlalu) dengan bacaan ta’awudz, maka tidak disunnahkan bagi orang yang shalat kembali membaca do’a iftitah karena telah berlalu tempatnya. Dan hilang pula do’a iftitah dengan duduknya makmum masbuq (ketinggalan) dengan bersama dengan duduknya Imam, kalau imam itu salam sebelum makmum masbuq duduk maka ia dapat membaca do’a iftitah. Dan do’a iftitah tidak berlalu waktunya dengan bacaan amin makmum bersamaan dengan imamnya karena itu hanya sedikit.
[Syarh al-Minhaj al-Qowim hal 246]

Imam Nawawi Banten berkata:

وَيَفُوْتُ دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ بِالشُّرُوْعِ فِيْمَا بَعْدَهُ عَمْدًا أَوْسَهْوًا، وَخَرَجَ بِذَلِكَ مَا لَوْ سَبَقَ لِسَانُهُ فَلاَ يَفُوْتُ

Dan do’a iftitah itu hilang(berlalu) dengan melakukan (ucapan-ucapan) sesudahnya baik sengaja atau lupa. Kecuali bila lidahnya tidak sengaja (mengatakannya) maka dia boleh membaca iftitah.
[Nihayah al-Zain hal 63]

Sayyid al-Ba’lawi berkata:

يَفُوْتُ دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ وَالتَّعَوُّذُ بِاْلاِتْيَانِ بِمَا بَعْدَهُمَا مِنَ التَّعَوُّذِ فِى اْلأَوَّلِ وَالْبَسْمَلَةِ فِى الثَّانِيَةِ عَمْدًا أَوْ سَهْوًا بِخِلاَفِ مَا لَوْ سَبَقَ لِسَانُهُ

Dan do’a iftitah dan ta’awaudz itu hilang (berlalu) dengan melakukan (ucapan-ucapan) sesudahnya, yakni ta’awudz dalam masalah pertama (yaitu do’a iftitah) dan basmalah dalam masalah kedua (yaitu membaca ta’awudz) baik sengaja atau lupa. Berbeda halnya jika lidahnya tidak sengaja (terlanjur mengatakannya) 
[Bughyah al-Mustarsyidin hal 44]

Sifat Solat Nabi – Nota 2 – Niat

0

Sifat Solat Nabi – Nota 2 – Niat

Niat:

  1. Perbahasan lafaz niat semasa solat.

    a. Imam Asy Syafi’i berkata seperti berikut:
    “Jika seseorang berniat haji atau umrah maka itu sah walaupun tidak diucapkan. Berbeza dengan solat, solat tidak sah kecuali dengan pengucapan”.
    Imam An Nawawi berkata:
    “Para ulama madzhab kami berkata, yang berkata demikian telah salah. Bukanlah maksud Imam Asy Syafi’i itu melafazkan niat dalam solat, namun maksudnya adalah takbir” (Al Majmu’, 3/243)

    b. Sebahagian ulama mahzab Hanafi, Syafie & Hambali:
    mengatakan bahawa dianjurkan untuk melafazkan niat pada solat, puasa, haji & selainnya & sebahagian dari ulama Malik & hanafi tidak menganjurkannya.

Jika diambil dalil dari Imam Malik & Imam Ahmad, mereka ditanya:
“Apakah engkau mengucapkan sesuatu sebelum takbir? Maka ia menjawab : “Tidak”.
Dan ini lah yang benar. Nabi saw, para Khulafa’ Rashidin tidak pernah melakukan ucapan niat sebelum solat. [Buku Tuntutan Niat dalam Ibadat, Pustaka Ibnu Umar, ms 55]

c. Dalil2 tiada lafaz niat sebelum solat:

  1. Diantaranya riwayat dari ‘Aisyah Ra, ia berkata:

“Biasanya Rasulullah saw memulai solatnya dengan takbir” [HR. Muslim, no.498]

  1. Dari Abdullah bin Umar Ra berkata:

“Aku melihat Nabi saw memulai shalatnya dengan takbir, lalu mengangkat kedua tangannya”              [HR. Bukhari no.738]

Nota Tambahan Berkenaan dengan Niat.

Definasi “Niat” mengikut 4 mahzab (dari Buku Tuntutan Niat Dalam Ibadat, Terbitan Pustaka Ibnu Umar)

  1. Mahzab Syafie

“Bertujuan melakukan sesuatu disertai dengan melakukannya”

[Haasyiatul jamal ma’a Syarhil Minhaj (I/107)]

  1. Mahzab Hanafi

Bermaksud melakukan ketaatan dan taqurrub (mendekat kan diri) keapda Allah Taa’la dalam rangka melakukan sesuatu perbuatan”

Termasuk di dalamnya meninggalkan apa-apa yang dilarang, diatas sebab di situ adalah perbuatan juga, yakni menahan diri.

[Raddul Mukthaar ‘alad Durril Mukhtaar, Syarhu Tanwiiril]

  1. Mahzab Maliki

“Kehendak melakukan sesuatu. Niat termasuk dalam bab ‘uzuun (cita-cita kuat) dan iraadat (kehendak-kehendak), bukan sekadar ‘uluum (pengetahuan-pengatahuan) semata atau i’tiqaadaat (keyakinan-keyakinan) sahaja”

[Adz-Dzakhiirah hal 234-235]

  1. Mahzab Hambali

“Tekad hati untuk melakukan ibadat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Bertujuan untuk Allah semata, tidak untuk yang lain, seperti pura-pura di hadapan makhluk, mencari pujian manusia,atau senang untk dipuji oleh mereka, dan keadaan lainnya yang serupa”

[Jaamil’ul Uluumi wal Hikam (I/110)]

Sifat Solat Nabi – Nota 3 – Sutrah (Pembatas Solat)

0

Sifat Solat Nabi – Nota 3 – Sutrah (Pembatas Solat)

Didalam buku Fiqh Manhaji, rukun seterusnya adalah “Berdiri Jika Mampu“.

Sebelum bincang tentang rukun tersebut, saya mahu kongsikan maklumat dari buku Enskilopedia Solat , mukasurat 263: Bab Sutrah.

Bab Sutrah @ Pembatas Solat

  1. Membuat sutrah jika menjadi Imam atau solat sendirian.

Dalil: Rasulullah saw bersabda:

“Hendaklah salah seorang di antara kalian membuat pembatas solat (sutrah) meskipun dengan anak panah”

[HR Ahmad, Sahih]

  1. Mendekatkan diri kepada pembatas solat tersebut

Sabda Nabi saw:

“Jika salah seorang di anatara kalian mengerjakan solat, hendaklah dia solat mengadap ke pembatas dan dekat kepadanya”

[HR Abu Daud, Hasan Sahih]

  1. Jarak dari pembatas dengan tempat berdiri tidak lebih dari 3 hasta melalui hadis dibawah:

Dari Ibnu Umar ra,

“Bahawasanya jika masuk Kaabah, Rasulullah saw mengerjakan solat di sana dan membuat jarak antara dirinya dengan tembok kira2 3 hasta”.

Beliau (Ibnu Umar) menunjuk ke tempat yang Bilal beritahu itu kepadanya tempat dimana Nabi saw solat.[Muttafakun Alaih]

  1. Menolak & menahan orang yang cuba lalu lalang & jika berkeras, tolaknya sekuat tenaga.

Hadits Abu Sa’id Al Khudri ra, Nabi saw bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian solat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencuba melalui di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah.

Jika ia enggan dicegah maka perangilah ia, karena sesungguhnya ia adalah syaitan”

[HR. Al Bukhari 509]

  1. Tidak boleh berjalan dihadapan orang yg sedang solat tanpa ada pembatas.

Dari Abu Juhaim ra, ia berkata,

Nabi saw bersabda ” Seandainya orang yang berjalan dihadapan orang yang sedang solat itu mengatahui balasan (hukuman) yang akan diterimanya, berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada dia berjalan di hadapan yang sedang solat”

Salah seorang perawi (Abu an-Nadhar mengatakan, “Aku tidak tahu apakah mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun”. 

[HR Muttafakun Alaih]

  1. Ada hadis yang diperselisihkan statusnya tentang sutrah dengan garisan (pilihan terakhir)

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah meletakkan sesuatu di depannya, jika tidak mendapatkan sesuatu hendaklah menancapkan tongkat, dan jika tidak mendapatkan hendaklah membuat garis. Setelah itu tidak akan membahayakannya apa-apa yang melintas di depannya.” 

[HR. Ibnu Majah no. 943 dan Ahmad 2/249]

  1. An Nawawi dalam Al Khulashoh (1/520) mengatakan bahwa hadits ini dho’if.
  2. Syaikh Ahmad Syakir dalam takhrijnya terhadap Musnad Ahmad (13/124) mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if.
  3. Syaikh Al Albani berkata ianya dhaif dalam Dho’iful Jaami’ (569)
  4. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini hasan.
  5. Ibnu Hibban menshahihkan hadits ini, begitu pula Imam Ahmad, Ibnul Madini dan Ad Daruquthni.
  6. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menshahihkan hadits ini dalam Majmu’ Fatawanya (11/101)

Info tambahan Bab Sutrah:

  1. Makmum masbuk, adakah perlu sutrah setelah Imam selesai solat?

Jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin,

“Setelah imam mengucapkan salam, makmum masbuk berubah status menjadi orang yang solat sendirian. Oleh karena itu, sutrah imam tidak lagi berfungsi sebagai sutrah baginya bahkan imam shalat saat ini tidak lagi berstatus sebagai imam karena dia mengucapkan salam dan meninggalkan tempatnya.

Akan tetapi, setelah imam mengucapkan salam dan makmum masbuk berdiri untuk menyelesaikan sisa solatnya apakah makmum dituntut untuk mencari sutrah?

Menurut hemat saya, hal itu tidak dituntut.

Alasan pertama, para sahabat Nabi saw ketika mereka masbuk dan hendak menyelesaikan sisa solatnya mereka tidak mencari sutrah

Alasan kedua, andai kita berpendapat bahwa memakai sutrah ketika solat itu dianjurkan atau wajib menurut yang menilai hal tersebut sebagai kewajiban maka biasanya untuk mencari sutrah lagi makmum masbuk perlu berjalan atau melakukan gerakan yang kita tidak boleh mengatakan hal itu dibolehkan melainkan berdasarkan dalil yang jelas.

Sehingga yang tepat kita katakan kepada makmum masbuk bahwa keadaan sutrah imam adalah sutrah bagi makmum itu telah berakhir dengan salamnya imam. Andai ketika ini tidak perlu mencari sutrah. Dengan alasan (baca:ketiga), tidak terdapat dalil dari Nabi saw yang memerintahkan untuk mencari sutrah di tengah-tengah shalat. hadis2 yang ada hanya menunjukkan bahwa kita mencari sutrah sebelum mulai solat.

Sumber:

Liqa’ al Bab al Maftuh-kaset no 155 pertanyaan no 16- Maktabah Syamilah

  1. http://rumaysho.com/shalat/hukum-shalat-menghadap-sutroh-1310

Bacaan tambahan untuk bab sutrah.

Soal Jawab Kesihatan

1

Diskusi bersama Doktor (S21-S30)

Soal Jawab Tentang Kesihatan

Soalan 21
Telinga selalu rasa berair waktu tidur dan rasa gatal-gatal. Bulan 6 ni doktor nak buat pembedahan buang air dari gegendang telinga, saya nak tahu ada kesan sampingan tak doktor?

Jawapan 21
Dulu penyakit ini di panggil serous otitis media dan sekarang dinamakan otitis media with effusion. Memang cecair dalam telinga tu kena di keluarkan, doktor akan buat lubang di gegendang telinga dan akan letakkan sejenis alat supaya lubang tak sumbat. Bila dah kering nanti alat itu akan dikeluarkan. Biasanya masalah akan timbul disebabkan oleh cecair dalam telinga.

Soalan 22
Apa sebab tumit selalu rasa ngilu terutama bangun dari tidur? Pada kedua-dua belah kaki saya.

Jawapan 22
Itu biasanya di sebabkan calcaneal spur, untuk supaya tidak sakit sangat kena pakai kasut yang lembut tapaknya dan di rumah kena sentiasa pakai slipper yang tebal. Insyaa Allah sakit akan kurang

Soalan 23
Apa penyebab nya dan kenapa telinga sakit yg menyucuk nyucuk. Sakitnya datang sekali sekala, sakit yang teramat dalam jangka masa yang pendek.

Jawapan 23
Sakit yang seperti itu mungkin di sebabkan oleh rangsangan saraf c 7, unlikely to be infection sebab sakitnya sekejap

Soalan 24
Ank saya berumur 13 tahun kena buasir. Apakah penyebab utama buasir dan macamana cara nak elakkan buasir.

Jawapan 24
Penyebab utama buasir ialah sembelit dan kerap cirit, suka menjerit, banyak mengangkat benda berat dan apa jua aktiviti yang meningkatkan tekanan dalam abdomen dengan tinggi. Untuk elak buasir banyak makan serat dan minum banyak air

Soalan 25
Assalam doktor,kalau dalam perut terasa pedih macam ada luka bila makan pedas, adakah itu tanda ulser perut?

Jawapan 25
Tidak semestinya ada ulcer, gastritis pun dapat keadaan yang seperti ini

Soalan 26
Didapati lebihan berat badan disebabkan air yang berlebihan dalam badan atau gemuk air. BMI 30. Apa rawatan yang bersesuaian di samping diet yang berterusan?

Jawapan 26
Overweight atau lebihan berat badan di sebabkan tisu lemak yang berlebihan sebenarnya, jadi untuk kurangkan berat kita kena kurangkan makan karbohidrat dan exercise supaya badan kita akan pecahkan lemak untuk membekalkan tenaga. Kata kita hanya kurangkan karbohidrat dan tidak exercise badan kita akan pecahkan protein kerana ia lebih mudah

Soalan 27
Berkenaan life support dalam kes brain dead dan bergantung kepada mesin sahaja. Apa kaedah terbaik menurut syarak?

Jawapan 27
Peraturan di hospital bergantung pada waris, bila waris kata off baru akan di off kan. Doktor hanya akan beritahu bila pesakit sudah brain death
Hospital akan tunggu sampai waris buat keputusan untuk off, mungkin boleh cari ustaz dan ceritakan situasinya untuk memberi nasihat pada waris

Soalan 28
Doktor, saya nak tanya tentang simptom-simptom awal bagi seseorang yang akan mengalami migrain dan apakah langkah-langkah awal bagi mengawal dan mencegah agar migrain lebih kritikal.

Jawapan 28
Migraine merupakan sakit kepala di diagnos by exclusion, bermaksud sakit kepala kemudian akan dilakukan ujian dan bila tidak di dapati sakit apa apa. Biasanya migrain ni sakit kepala patern sakitnya sama setiap kali sakit kepala.
Saya tak pasti ada langkah langkah awal pencegahan. Jika berlaku perubahan pada patern sakit kepala kena buat pemeriksaan lagi di khuatiri ada ketumbuhan di otak

Soalan 29
Assalamualaikum doktor, apa yang boleh saya lakukan secara sendiri di rumah untuk mengelakkan dari artritis atau rhumatism. Saya berumur lewat 50an dan apa sebenarnya penyakit dan symptom-symptom serta perkara-perkara yang perlu dibuat atau dielakkan. Terima kasih

Jawapan 29
Makan makanan yang seimbang, pastikan cukup calcium, semasa angkat barang berat pastikan tekniknya betul, sentiasa timbang berat supaya tidak terlebih dan exercise dengan cara yang betul, jika berjoging pakailah kasut khas joging.

Soalan 30
Doktor, kenapa telinga saya rasa berdesing dan bergema macam pekak.Apa yang perlu saya buat?
Jawapan 30
Ada dua kemungkinan, satu mungkin disebabkan tube eustachian yang menghubungkan telinga tengah dengan tekak tersumbat dan menyebabkan tekanan luar dan dalam telinga tidak sama. Biasanya terjadi semasa demam selsema dan selepasnya. Ia akan baik sendiri, insyaa Allah.
Kedua, mungkin gegendang telinga bocor. Ini perlu buat pemeriksaan dan kita comfirn bocor kena buat operation untuk tampal.
Sekian sesi soal jawab.

Jawapan Isu Makhruh Potong Kuku Dan Rambut Ketika Berjunub

0

Soalan :

🔴 Ada orang beritahu saya yang perempuan period ni kalau dia potong rambut atau kuku, dia kena simpan rambut dengan kuku tu. Nanti bila mandi wajib, kene mandi sekali dengan rambut dan kuku yang terpisah daripada anggota badan kita tu. Kalau kita tak bawak mandi wajib nanti masa dekat akhirat bahagian yang terpisah tu akan bercantum semula dengan jasad kita, jadi kalau tak dimandikan sekali benda tu akan jadi kotor. Bermakna kotorlah jasad kita nanti. ..Apa pendapat ustaz?

 

Ada nas ke kenyataan di atas?

 

🌴Jawapan:

وعليكم السلام

 

Berikut adalah jawapan daripada Ustadz Ammi Nur Baits:

 

x x x x x x x x x x

 

Tidak terdapat riwayat yang melarang wanita haid untuk memotong kuku maupun rambut.

 

x x x x x x x x x x

 

Dalam Fatawa Al-Kubra, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terdapat pertanyaan, “Ketika seorang sedang junub, kemudian memotong kukunya, atau kumisnya, atau menyisir rambutnya. Apakah dia salam dalam hal ini? Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa orang yang memotong rambutnya atau kukunya ketika junub maka semua bagian tubuhnya ini akan kembali pada hari kiamat dan menuntut pemiliknya untuk memandikannya, apakah ini benar?”

 

Syaikhul Islam memberi jawaban

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه و سلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما : أنه لما ذكر له الجنب فقال : إن المؤمن لا ينجس. وفي صحيح الحاكم : حيا ولا ميتا

“Terdapat hadis shahih dari Hudzifah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang yang junub, kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ Dalam shahih Al-Hakim, ada tambahan, ‘Baik ketika hidup maupun ketika mati.’

وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا بل قد قال النبي للذي أسلم : ألق عنك شعر الكفر واختتن. فأمر الذي أسلم أن يغتسل ولم يأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر عن الاغتسال فإطلاق كلامه يقتضي جواز الأمرين

Sementara saya belum pernah mengetahui adanya dalil syariat yang memakruhkan potong rambut dan kuku, ketika junub. Bahkan sebaliknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang masuk islam, “Hilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” Beliau juga memerintahkan orang yang masuk islam untuk mandi. Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi…’” (Fatawa Al-Kubra, 1:275)

 

x x x x x x x x x x

 

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/bolehkah-memotong-kuku-atau-rambut-ketika-haid/

♡Tadabbur Kalamullah 10 Ramadhan 1436h♡

0

َقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Dan berkatalah Rasul: “Wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini satu perlembagaan yang ditinggalkan, tidak dipakai” [Surah Al-Furqan 30]

#Al-Quran merupakan pedoman yg berharga yg berkait dgn individu, masyarakat, negara, pemimpin, rakyat dan seluruh umat.

#Sistem Al-Quran merangkumi seluruh aspek kehidupan samada ibadat khusus, sosial, ekonomi, nikah kahwin, muamalat, ekonomi, politik, pemerintahan dan sebagainya.

#Sepatutnya kita berusaha memartabatkan semula seluruh sistem al-Quran dlm kehidupan dan menjadikan perlembagaan hidup sesebuah keluarga, masyarakat dan negara agar lahirnya masyarakat bertaqwa yg dijanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat

#Sesiapa yg menjaga al-Quran dengan baik yakni menurut segala perintahNya dan menjadikannya peraturan hidup maka al-Quran akan membawa orang itu ke syurga.

#Sesiapa yg membelakangkan al-Quran yakni tidak mengikutinya bahkan menentangnya maka tidak ragu2 lagi al-Quran akan mencampakkannya ke dalam api neraka.

#Sayidina Jabir r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W bersabda: “Al-Quran adalah pemberi syafaat yg syafaatnya diterima dan sebagai pembela yg pembelaannya dibenarkan. Sesiapa meletakkan al-Quran di hadapan (beramal dgnnya), al-Quran akan membawanya ke syurga, sesiapa meletakkan al-Quran di belakang (tdk beramal dgnnya) maka al-Quran akan mencampakkannya ke dalam neraka.” (Hadis Riwayat Ibnu Hibban dgn Isnad yg Jayyid dan al-Hakim)

♡Jadikan al-Quran perlembagaan dlm kehidupan demi meraih kebahagiaan hakiki♡

♡Tadabbur Kalamullah 9 Ramadhan 1436h♡

0

~Keutamaan Membaca dan Mengkaji al-Quran~

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(Al-Quran ini) sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu (dan umatmu wahai Muhammad), -Kitab yang banyak faedah-faedah dan manfaatnya, untuk mereka memahami dengan teliti kandungan ayat-ayatnya, dan untuk orang-orang yang berakal sempurna beringat mengambil iktibar” [Surah Sad 29]

#Al ( #Al )-Quran diturunkan bkn sekadar utk dibaca tetapi jg utk dikaji, ditadabburkan dan di aplikasikan dlm kehidupan.

#Terdapat beberapa keutamaan dan kemuliaan utk pembaca dan pengkaji al-Quran bdasarkan hadis2 Rasulullah saw

#Drp Abu Umamah r.a, Nabi saw bsabda: “Bacalah al-Quran krn ia akan dtg pd hari kiamat sbg juru syafaat bg pembacanya” (HR Muslim)

#Drp Ibnu Umar r.a, Nabi saw bsabda: “Tdk boleh irihati kecuali kpd dua jenis manusia iaitu seorang lelaki yg diberi Allah pengetahuan ttg al-Quran dan diamalkan spnjg malam dan siang; dan seorang lelaki yg dianugerahi Allah harta, kemudian dia menginfakkan spnjg malam dan siang” (HR Bukhari dan Muslim)

#Drp Abu Said al-Khudri r.a, Nabi bsabda, Allah berfirman: “Sesiapa yg disibukkan dgn mengkaji al-Quran dan menyebut namaKu, sehingga tdk sempat meminta kpdKu, maka Aku berikan kpdnya sebaik2 pemberian yg Aku berikan kpd org2 yg meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lain adalah spt keutamaan Allah atas makhlukNya” (HR at-Tirmizi; Hadis Hasan)

#Berkata Khabbab bin al-Arat dlm Mustadrak al-Hakim: “Dekatilah Allah dgn apa cara yg kamu mampu. Sesungguhnya tdk akan kamu dapati sesuatu utk mendekati Allah yg lbh disukaiNya drp dgn firmanNya (al-Quran)”

♡Rasakan roh al-Quran walau dimana kita berada. Pastikan al-Quran menguasai suasana dan tempat♡

Sifat-sifat Huruf

0

Sifat menurut bahasa: Adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain.

Menurut istilah: Adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.

SIFAT HURUF BERLAWANAN

Sifat-sifat huruf yang berlawanan ada 5, ditambah lawan lagi 5 sifat, sehingga seluruhnya menjadi 10 sifat, iaitu:

1. جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas  >  <  هَمْسُ (HAMAS) = Samar

3. شِدَّةٌ (SYIDDAH) = Kuat  >  <  رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak

3. اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat  >  <  اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = Turun

4. اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup  >  <  اِنْفِتَاحٌ(INFITAH) = Terbuka

5. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam  >  <  اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar

Huraian:

1.   جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan nafas tertahan, sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19; iaitu:

عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ

Sifat berlawanan:

هَمْسُ (HAMAS) = Samar.

Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan nafas terlepas, sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Hurufnya ada 10 iaitu:

 فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ

2.   شِدَّةٌ (SYIDDAH) = Kuat.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 iaitu:

 اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ

Sifat berlawanan:

رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu /berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 iaitu:

خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ

3.   اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan berat. Hurufnya ada 7 iaitu :

خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ

Sifat berlawanan:

اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 iaitu:

ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا

4.   اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup.

Maksudnya ialah membnyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 iaitu:

 صَضْطَظَ

Sifat berlawanan:

اِنْفِتَاحٌ (INFITAH ) = Terbuka.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 iaitu:

 مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ

5. اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam atau menahan.

Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Hurufnya ada 23 iaitu:

 جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ

Sifat berlawanan:

اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan lancar. Hurufnya ada 6 iaitu:

 فَرَّ مِنْ لُبٍّ

Berhati-hati Ketika Istimbat Hukum..

0

Soalan 1:

Assalamualaikum Sheikh THTL, nak tanya. Dari segi istimbat hukum daripada hadis Nabi s.a.w. Apakah cara yang betul untuk mengambil sesuatu hukum. Bila meneliti kitab yang di ajar di sebahagian pondok-pondok, kefaqihan dalam ilmu hadis di tinggalkan. Sehinggakan  kadang-kadang hadis dhaif di tsabitkan (sebagai) hukum. Bagaimana cara yang benar dalam mengistimbatkan hukum? Adakah kajian ilmu hadis perlu ditinggalkan dengan meninggalkan darjat sesuatu hadis. Mohon pencerahan.

 

Jawapan:

Cara yang standard nak istimbat hukum dari hadith:

 

1. Kritik kesahihan hadith, matan dan sanad.

 

2. Meletakkan hadith tersebut pada skala yang lima: wajib, haram, sunat, harus dan makruh

 

Cara Mazhab Syafi’iy:

 

1. Hadith disahihkan menggunakan muhaddith mazhab, antaranya Imam Syayuti dan Imam Baihaqi

 

2. Hadith itu diletak pada skala yang lima menurut imam-imam mazhab yang muttakhir seperti Dimyati, ar-Rimli, Khatib Syarbini

 

3. Jika ulamak itu menganut tareqat, maka hadith itu disahihkan pula ahli hadith tareqat yang mensahihkan hadith tersebut melalui kasyaf dan mimpi.

 

Sebab orang Syafi’iy ni mengamalkan trinitas:

1. Akidah asya’irah

2. Fiqh syafi’iyah yang muttakhir

3. Bertareqat dan bertasawwuf

 

Soalan 2:

Adakah hadis yang di bawa dalil oleh Imam Baihaqi dan Imam Suyuti adalah semua sahih dan boleh berhujjah?

 

Jawapan:

Tak, standard mereka berdua terlalu tasaahul, maksudnya santai dalam mensahihkan hadith…di sisi ahli hadith, hanya ada 4400 hadith sahih, di sisi mereka berdua mungkin 15K-20K hadith sahih

itu bukti amalan bermazhab akhirnya membawa kerusakan kepada manusia

 

Soalan 3:

Maksudnya, setiap hadis yang dibawa oleh Imam Baihaqi dan Imam Suyuti perlu berhati-hati dan dikaji kesahihannya dahulu Syeikh THTL?

 

Jawapan:

Yup, nak baca kitab hadith mereka berdua, kena beli edisi tahqiq/tashih

 

1. Contoh hadith syuyuti, Nabi saw menghidupkan semula ibubapanya dan mengajar mereka syahadah, lalu mereka kembali ke kubur mereka semula. Syuyuti mensahihkan hadith ini.

 

2. Contoh lain, fadhilat baca yasin malam jumaat, hasan di sisi syuyuti

 

3. Nisfu sya’ban pun sahih di sisi Syuyuti..

♡Tadabbur Kalamullah 8 Ramadhan 1436h♡

0

~Adab Berinteraksi Dengan al-Quran~

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ …

“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah…..” [Surah Al-Baqarah 185]

#Allah swt telah memuliakan kita umat Islam dengan Al-Quran. Sesiapa yang mencari selain Al-Quran, maka Allah sedang menyesatkannya

#Oleh itu, jom kita muliakan al-Quran dengan mengamalkan beberapa adab ketika berinteraksi dengan Al-Quran semoga kita beroleh petunjuk dan rahmat.

  1. Hendaklah pembaca Al-Quran berniat ikhlas, mengharapkan redha Allah, bukan niat ingin cari dunia atau cari pujian.
  2. Disunnahkan membaca Al-Quran dlm keadaan mulut yg bersih dan harum baunya
  3. Disunnahkan membaca al-Quran dlm keadaan suci. Namun jika membacanya dlm keadaan berhadas dibolehkan berdasarkan sepakat para ulama.
  4. Berada di tempat yg bersih. Para ulama anjurkan membaca di masjid krn pd masa yg sama dpt meraih fadhilat iktikaf.
  5. Mengadap kiblat dlm keadaan tenang dan damai
  6. Dimulakan membaca al-Quran dgn membaca ta’awudz (A’uzubillahi minassyaitonirrrajim)
  7. Membaca “bismillahir rahmanir rahim” di setiap awal surah kecuali pd surah Bara’ah (surah At-Taubah)
  8. Membaca dlm keadaan khusyuk dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca.

** Adab membaca Al-Quran ini diringkaskan dari penjelasan Imam an-Nawawi dalam At-Tibyan

♡Al-Quran adalah tali Allah yg teguh dan zikir yang bijaksana serta jalan yg lurus. Berpegang teguhlah♡

~Beradablah Dengan Kalam Allah~

Popular

Iklan

Iklan