Utama Bilik (66) Kesalahan Dalam Solat Waktu membaca Ta’awudz ketika solat

Waktu membaca Ta’awudz ketika solat

316
0

Ibn Hajar al-Haitami berkata:

(وَيَفُوْتُ) دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ (بِالتَّعَوُّذِ) فَلاَ يُنْدَبُ لَهُ الْعَوْدُ إِلَيْهِ لِفَوَاتِ مَحَلِّهِ (وَ) يَفُوْتُ (بِجُلُوْسِ الْمَسْبُوْقِ مَعَ اْلإِمَامِ) كَذَلِكَ، فَلَوْ سَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ لَمْ يَفُتْ، وَ(لاَ) يَفُوْتُ (بِتَأْمِيْنِهِ مَعَهُ) أَيْ مَعَ إِمَامِهِ ِلأَنَّهُ يَسِيْرٌ.

Dan do’a iftitah itu hilang(berlalu) dengan bacaan ta’awudz, maka tidak disunnahkan bagi orang yang shalat kembali membaca do’a iftitah karena telah berlalu tempatnya. Dan hilang pula do’a iftitah dengan duduknya makmum masbuq (ketinggalan) dengan bersama dengan duduknya Imam, kalau imam itu salam sebelum makmum masbuq duduk maka ia dapat membaca do’a iftitah. Dan do’a iftitah tidak berlalu waktunya dengan bacaan amin makmum bersamaan dengan imamnya karena itu hanya sedikit.
[Syarh al-Minhaj al-Qowim hal 246]

Imam Nawawi Banten berkata:

وَيَفُوْتُ دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ بِالشُّرُوْعِ فِيْمَا بَعْدَهُ عَمْدًا أَوْسَهْوًا، وَخَرَجَ بِذَلِكَ مَا لَوْ سَبَقَ لِسَانُهُ فَلاَ يَفُوْتُ

Dan do’a iftitah itu hilang(berlalu) dengan melakukan (ucapan-ucapan) sesudahnya baik sengaja atau lupa. Kecuali bila lidahnya tidak sengaja (mengatakannya) maka dia boleh membaca iftitah.
[Nihayah al-Zain hal 63]

Sayyid al-Ba’lawi berkata:

يَفُوْتُ دُعَاءُ اْلاِفْتِتَاحِ وَالتَّعَوُّذُ بِاْلاِتْيَانِ بِمَا بَعْدَهُمَا مِنَ التَّعَوُّذِ فِى اْلأَوَّلِ وَالْبَسْمَلَةِ فِى الثَّانِيَةِ عَمْدًا أَوْ سَهْوًا بِخِلاَفِ مَا لَوْ سَبَقَ لِسَانُهُ

Dan do’a iftitah dan ta’awaudz itu hilang (berlalu) dengan melakukan (ucapan-ucapan) sesudahnya, yakni ta’awudz dalam masalah pertama (yaitu do’a iftitah) dan basmalah dalam masalah kedua (yaitu membaca ta’awudz) baik sengaja atau lupa. Berbeda halnya jika lidahnya tidak sengaja (terlanjur mengatakannya) 
[Bughyah al-Mustarsyidin hal 44]

Komen dan Soalan