Utama Bilik (21) Aqidah Salaf Indahnya Aqidah Sahabat

Indahnya Aqidah Sahabat

163
0

Manhaj kita memiliki kaedah, ” Memahami al-Qur’an dan as-Sunnah didasarkan kepada pemahaman salafus salih”

Dikongsi oleh: Cikgu Rahim

Contoh Perhatian besar para sahabat Nabi terhadap masalah aqidah

Berikut ini beberapa riwayat yang menunjukkan besarnya perhatian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –radhiyallahu ‘anhum jamii’an- terhadap perkara aqidah :

1. Perintah ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu untuk meratakan kubur anak beliau.

‘Abdullah bin Syurahbil mengatakan, “Aku melihat ‘Utsman bin ‘Affan memerintahkan untuk meratakan kuburan. Lalu beliau diberitahu, Itu adalah kuburan Ummu ‘Amr binti ‘Utsman. Beliau pun tetap memerintahkan untuk diratakan”

(Dinukil dari Tahdzirus Saajid, hal. 118. Penulis mengatakan, “Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf (4/138) dan Abu Zur’ah dalam At Tarikh dengan sanad yang shahih)

2. Wasiat Abu Musa Al Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu

Abu Burdah mengatakan, “Abu Musa memberikan wasiat ketika beliau hendak meninggal. Beliau berwasiat : ‘Jika kalian membawa jenazahku, percepatlah langkah, tidak perlu membawa lampu atau obor, dan janganlah membuat sesuatu di liang lahadku yang bisa menghalangi jasadku dengan tanah. Jangan pula membangun sesuatu di atas kuburanku’

(Dinukil dari Tahdzirus Sajid, hal. 123. Penulis mengatakan, “Diriwayatkan oleh Ahmad (4/397) dengan sanad yang qawiyy)

3. Ketika Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu memilih ayat kursi

Suatu ketika, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu,

يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟

“Wahai Ubay! Apakah kamu tahu ayat mana yang telah kamu hafal, yang merupakan ayat teragung dalam Al Qur’an?”

Namun Ubay awalnya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”

Kemudian Rasulullah mengulangi pertanyaannya, maka beliau menjawab,

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

“Dia-lah Allah. Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha mengurus makhluk-Nya (yakni ayat kursi-pen)” (HR. Muslim)

Demikianlah pilihan seorang shahabat yang mulia. Diantara 6000 lebih ayat Al Qur’an, beliau memilih satu ayat yang menjelaskan keesaan Allah Ta’ala dalam rububiyyah, uluhiyyah, dan asmaa wa shifat. Jawapan beliau menggambarkan kepada kita betapa besarnya perhatian shahabat terhadap masalah aqidah.

Oleh karena itu, Syaikh ‘Abdurrazzaq Al Badr mengatakan,

“Pertimbangan Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu dalam memilih ayat ini adalah pertimbangan yang mendalam dan jeli. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan tauhid (aqidah) dalam hati para shahabat”

(Ayat Al Kursi wa Baraahin At Tauhid, hal. 7)

Selengkapnya: https://muslim.or.id/22595-menilik-perhatian-para-sahabat-terhadap-masalah-aqidah.html

***

www.ypia.or.id
www.muslim.or.id
www.muslimah.or.id

Penutup:

Ibnu al-Mubarak (wafat 179 hijriah) mengatakan:

“Aku mendengar Abu Hanifah berkata: “Ketika perkataan datang dari Nabi Muhammad saw, maka kita menerimanya dengan lapang dada, ketika datang dari sahabat, kita memilihnya, ketika datang dari tabi’in, kita menangguhkannya.”

~ pengantar al-sunan al-kubra

 

Komen dan Soalan