Utama Bilik (48) Forty Hadits AMONG THE TIME THAT I HATE MYSELF

AMONG THE TIME THAT I HATE MYSELF

23
0

UiTO Channel: Tazkirah Harian:

AMONG THE TIME THAT I HATE MYSELF

It’s the time when I am overwhelmed with anger.

Everything about me when I’m blowing out in anger is extremely horrible.

The way I look when I’m angry.. it’s ugly!

The words I say & write when I’m angry.. it’s harsh!

The things I did when I’m angry.. it hurts myself and everyone around me!

One thing for sure, after I’m back to my senses.. I regret every little things I did with my expression, my words and my actions when I lost myself to anger.

Anger has always been there residing in each and everyone of us, it’s just a matter of controlling and keeping it down always.

That’s what make us strong, the true strength then can never be compared to anything, not even to wrestling, as the Prophet sallalLaahu ‘alaihi wa sallam highlighted. [al-Bukhari & Muslim]

That’s also what make us elligible for His offer of forgiveness and the paradise. To conceal our anger and to.. guess what? And to forgive! [Aali-‘Imran(3):133-134]

Please.. please.. please also remind me always about PATIENCE!

#BroSyariefShares

UiTO Channel: Tazkirah Harian:

[Amarah Sang Istri Reda karena Istighfar Sang Suami]

Seseorang menceritakan kisahnya,

“Di suatu hari saya pulang ke rumah dalam keadaan letih dan penuh beban. Aku membuka pintu ketika tiba-tiba istri menunggu penuh tanda marah dan emosi. Dia langsung menjejaliku dengan berbagai pertanyaan. Saya tidak bisa menguasai diri, lalu menghadapinya dengan emosi dan amarah yang sama.

Malam sudah larut, sementara debat dan marah terus berlanjut sampai menjelang Shubuh. Akhirnya, istriku mengambil inisiatif meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. Saya berusaha mengurungkan tekadnya tapi tidak berhasil, dia masuk kamar kami mempersiapkan tasnya untuk bergegas pergi. Saya meninggalkannya dan keluar dari rumah tanpa tahu kemana harus pergi, saya sangat emosional dan marah.

Di samping rumahku terdapat sebuah masjid dan adzan sebentar lagi dikumandangkan. Saya masuk masjid, berwudhu, dan shalat dua rakaat. Tak lama kemudian adzan Shubuh dikumandangkan, saya pun shalat Shubuh berjamaah. Saya diam di masjid, beristighfar kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan keadaan itu terus berlangsung kurang lebih satu jam. Lalu saya bangkit pulang ke rumah dan membuka pintu ketika tiba-tiba istriku duduk menungguku dengan senyum.

Saya mengucapkan salam dan bertanya, ‘Kamu masih berkeras hati ingin pergi?’ Dia berkata, ‘Tidak, saya menyesal atas apa yang telah saya perbuat.’ Saya bergumam, ‘Ini aneh, apa yang telah terjadi?’ Kemudian saya bertanya tentang rahasia di balik perubahan ini. Dia menjelaskan, ‘Demi Allah, saya tidak tahu… akan tetapi semenjak satu jam yang lalu jiwa saya menjadi tenang, dan saya sadar kalau saya salah lalu Allah menunjukiku.’ Saya teringat waktu itu adalah bertepatan dengan waktu saya duduk beristighfar kepada Allah. Lalu saya ingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam,

“Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah membuatkannya dari setiap kesusahan ada jalan keluar dan dari setiap kesempitan ada penyelesaian serta diberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam benar,

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)

(Keajaiban Sedekah & Istighfar karya Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam (penerjemah Muhammad Iqbal, Lc & Jamaluddin), penerbit Darul Haq cet. V, Rajab 1429 H/Agustus 2008 M, hal. 135-137.)

Oleh : Pusat Buku Sunnah

 

Penghancuran segala kebaikan 

Ibnul Qoyyim mengatakan,

“Sesungguhnya seorang hamba akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan yang sepenuh gunung, namun ternyata dia mendapatkan bahwa lisannya telah menghancurkan semua kebaikan itu”

(al Jawaabul Kaafi)

Komen dan Soalan