Utama UiTO: Soal-Jawab agama bersama ustaz Abu Basyer Lintasan Hati Manusia.

Lintasan Hati Manusia.

404
0

Lintasan Hati Manusia.

Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada empat jenis :

1. Lintasan Hati Datang Ilham Daripada Allah SWT.

Ialah lintasan ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali. Ilham atau petunjuk daripada Allah SWT. Hadis yang menjelaskan tentang fadhilah Umar bin Khattab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda.

قَدْ كَانَ يَكُونُ فِي الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ مُحَدَّثُونَ فَإِنْ يَكُنْ فِي أُمَّتِي مِنْهُمْ أَحَدٌ فَإِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ مِنْهُمْ قَالَ ابْنُ وَهْبٍ تَفْسِيرُ مُحَدَّثُونَ مُلْهَمُونَ

Sesungguhnya telah ada pada umat-umat sebelummu muhaddatsun, dan kalau ada pada umatku seorang darinya, maka Umar bin Al Khattab adalah orangnya.
Ibnu Wahb berkata: makna muhaddatsun adalah mulhamun (orang yang mendapatkan ilham). (HR.Muslim)

Sabda Rasulullah S.A.W. maksudnya : “Mimpi yang benar itu ialah sebahagian daripada empat puluh enam sifat kenabian.” (Hadis Riwayat Muslim)

2. Lintasan Hati Datang Perasaan Kedamaian , Ketenangan dan Kegembiraan Sehingga Mengalirkan Air Mata.

Ialah lintasan yang datang disertai oleh rasa tuma’ninah dan ketenteraman serta menjadi lebih kuat dengan kita berzikir kepaad Allah SWT, perasaan ini mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu-pintu ma’rifah dan memberikan kefahaman terhadap wahyu Allah dan ayat-ayat Nya. Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Sesiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah menganugerahinya pemahaman dalam agama.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jil. 1, hlm. 39, no. hadis : 71.)

3. Lintasan Hati Daripada Gangguan Syaitan.

Lintasan ini selalu berubah-ubah, ia menyuruh kepada banyak kejahatan, tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertentu, tapi maksudnya agar seseorang terjerumus ke dalam kejahatan apapun.

Tandanya, lintasan tersebut menjadi lemah tatkala kita berzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berzikir kepada Allah SWT dan meminta pertolongan-Nya serta membenci lintasan hati ini dan menolaknya. Lintasan semacam ini akan cair dengan zikrullah. ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT (mengucap Audzu billahi minas syaithanir rajim ) Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)

4. Lintasan Daripada Nafsu.

Lintasan ini berhubungan dengan tujuan-tujuan nafsu dan syahwat. Tandanya iaitu, orang tersebut akan selalu terus menerus menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syariat. Lintasan ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat Allah SWT dan mengingati kematian. Lintasan hati nafsu ini akan datang bersama bisikan syaitan.

Wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya kepada Allah SWT, mengingat kematiannya dan kepulangannya kepada Allah SWT, serta menyibukkan dirinya dengan membaca al-Quran, solat malam dan zikrullah dan merenungi hari akhirat.

Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita dari lintasan hati yang dapat menjerumuskan kepada jurang kebinasaan dan menyinarinya dengan cahaya-Nya yang dapat membangkitkan semangat dalam ketaatan dan berbuat kebajikan.
Links

https://m.facebook.com/groups/1589179494684890?view=permalink&id=1684039228532249

Komen dan Soalan