Utama Bilik (30) Tafsir Ibn Kathir Diskusi Tafsir – Nota 2

Diskusi Tafsir – Nota 2

134
0

Nota 02

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Surah Al-Fatihah (1:2)

ٱلْحَمْدُ – pujian 
لِلَّهِ – bagi Allah 
رَبِّ – Tuhan/Pemelihara 
ٱلْعَٰلَمِينَ – alam semesta

Tafsir Al-Hamdulillah

Ibnu Jarir menuturkan bahawa makna Alhamdulillah ialah segala syukur hanyalah dipersembahkan kepada Allah semata, bukan kepada apa yang disembah selain-Nya, juga bukan kepada semua mahkluknya, alasannya kerana nikmat-Nya yang di berikan kepada semua hamba dan mahluknya tidak dapat dihitung dan tidak terhad. Nikmat itu antara lain tersedianya semua saranan untuk taat kepada-Nya, kemampuan semua organ tubuh yang sanggup melaksanakan perintahnya, dan rezeki yang diberikan kepada semua mahluknya, oleh kerana itu segala pujian hanya untuk dan bagi Allah swt dari awal sampai akhir.

الحمد

Sebuah ungkapan bagi sesuatu yang sangat baik dan sanjungan bagi zat yang terpuji, yang memiliki banyak keutamaan, seperti ungkapan pujian dan syukur.
* al madhu dan asy syukru

 Pujian bagi Allah, Tuhan Yang Memelihara dan Mentadbirkan Sekalian Alam ” – Al-qurra’ as-sab’ah (tujuh ahli qira’ah) membacanya dengan memberi harakat dhammah pada huruf dal pada kalimat alhamdulillah, yang merupakan mubtada’ dan khabar.

Ibnu Jarir Rahimahullah mengatakan, alhamdulillah merupakan pujian yang disampaikan Allah untuk diri-Nya sendiri. Di dalamnya terkandung perintah kepada hamba-hamba-Nya supaya mereka memuji-Nya. Seolah-olah Dia mengatakan, “Ucapkanlah alhamdulillah.”

Alif dan lam pada kata alhamdu dimaksudkan untuk melengkapi bahwa segala macam jenis dan bentuk pujian itu hanya untuk Allah semata.

Ertinya: “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”

Makna Alhamdu adalah pujian kepada Allah kerana sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Dan juga kerana perbuatan-perbuatanNya yang tidak pernah lepas dari sifat memberikan kurnia atau menegakkan keadilan. Perbuatan Allah senantiasa mengandung hikmah yang sempurna. Pujian yang diberikan oleh seorang hamba akan semakin bertambah sempurna apabila diiringi dengan rasa cinta dan ketundukkan dalam dirinya kepada Allah. Kerana pujian semata yang tidak disertai dengan rasa cinta dan ketundukkan bukanlah pujian yang sempurna.

Makna dari kata Rabb adalah Murabbi (yang mentarbiyah; pembimbing dan pemelihara). Allahlah Zat yang memelihara seluruh alam dengan berbagai macam bentuk tarbiyah. Allahlah yang menciptakan mereka, memberikan rezeki kepada mereka, memberikan nikmat kepada mereka, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah bentuk tarbiyah umum yang meliputi seluruh makhluk, yang baik maupun yang jahat. Adapun tarbiyah yang khusus hanya diberikan Allah kepada para Nabi dan pengikut-pengikut mereka. Di samping tarbiyah yang umum itu Allah juga memberikan kepada mereka tarbiyah yang khusus iaitu dengan membimbing keimanan mereka dan menyempurnakannya. Selain itu, Allah juga menolong mereka dengan menyingkirkan segala macam penghalang dan rintangan yang akan menjauhkan mereka dari kebaikan dan kebahagiaan mereka yang abadi. Allah memberikan kepada mereka berbagai kemudahan dan menjaga mereka dari hal-hal yang dibenci oleh syariat.

Dari sini kita mengetahui betapa besar keperluan alam semesta ini kepada Rabbul ‘alamiin karena hanya Dialah yang menguasai itu semua. Allah satu-satunya pengatur, pemberi hidayah dan Allah lah Yang Maha kaya. Oleh sebab itu semua makhluk yang ada di langit dan di bumi ini meminta kepada-Nya. Mereka semua meminta kepada-Nya, baik dengan ucapan lisannya maupun dengan ekspresi dirinya. Kepada-Nya lah mereka mengadu dan meminta tolong di saat-saat genting yang mereka alami (lihat Taisir Lathiifil Mannaan, hal. 20).

Diskusi Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Puji ada 4 macam, iaitu :

1. Qodim ala Qodim : pujian Allah kepada Allah sendiri sendiri. Contohnya banyak kita jumpai di AlQuran, seperti :

(Al Baqarah : 30) إنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya Aku lebih tau apa yang tidak kalian ketahui”

2.       Qodim ala hadits : pujian Allah kepada mahluknya. Contohnya dalam ayat :

(Qs. Al Qalam : 4) وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang luhur”

3.      Hadits ala Qodim : pujian makhluk kepada Allah. Sebagai umat Islam tentunya harus sering melakukan ini. Seperti ucapan kita “Ya Allah.. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyayang”.

4.      Hadits ala hadits : pujian mahluk kepada mahluk lainnya, seperti ucapan kita kepada kerabat kita “Kamu baik sangat” atau seperti “Tambah cantik kamu sekarang” atau mungkin “Indah sekali pelanginya” dan sebagainya.

Dan segala puji di atas hanyalah milik Allah.

Al hamdulillah
Dalam bahasa Arab al itu lebih kurang sama artinya dengan kata “the” dalam bahasa Inggeris. Kata al dipergunakan untuk menunjukan keluasaan yang bererti meliputi semua segi atau jenis sesuatu pokok, atau untuk melukiskan kesempurnaan serta keluasaan yang meliputi semua tingkat dan darjat. Al dipakai juga untuk menyatakan sesuatu yang telah disebut atau suatu pengertian atau juga.

Komen dan Soalan