Utama UiTO Bicara THTL Bicara THTL: Panduan Mencari Jodoh

Bicara THTL: Panduan Mencari Jodoh

65
0
KONGSI

UiTO Bicara THTL:
๐Ÿ“šโœ

๐Ÿ”ด Berpacaran Dalam Islam

Dalil hadith:

ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู†ูŽุจูู‰ูŒู‘ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‰ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู‚ู‹ู‘ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูู„ูŽู‘ ุฃูู…ูŽู‘ุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูู†ู’ุฐูุฑูŽู‡ูู…ู’ ุดูŽุฑูŽู‘ ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู

โ€œSesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang dia ketahui untuk umatnya, dan mengingatkan semua kejelekan yang dia ketahui bagi umatnyaโ€ฆโ€. HR Muslim

Syarah hadith:
Nabi saw tidak abaikan apa jua dalam sunnahnya hinggalah bab mencari jodoh. Sedangkan kita tahu masyarakat di zaman salaf semuanya tertutup, tidak ada pergaulan bebas, maka kita tertanya-tanya, apakah nabi tinggalkan petunjuk bagaimana kita hendak mencari jodoh?

Nabi kasi panduan:

ูˆูŽ ุงุญู’ููŽุธููˆู’ุง ููุฑููˆู’ุฌูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽ ุบูŽุถูู‘ูˆู’ุง ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽ ูƒูŽููู‘ูˆู’ุง ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽูƒูู…ู’

โ€œJagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalianโ€ HR Ibn Khuzaimah dalam sahihnya, al-Albani, Silsilah al-Sahihah, no 1525

Maka Nabi beri panduan dalam mencari jodoh dengan menjaga:
1. Kemaluan atau kehormatan diri
2. Senantiasa tundukkan pandangan bila bertentangan dengan perempuan
3. Tahan tangan dari menghantar WA, TG dan mesej kepada perempuan.

Maka cara nak cari jodoh yang paling ideal ialah:
1. Draft ciri-ciri isteri idaman anda atas kertas atau pdf
2. Guna cable untuk mencari calon yang matching dengan apa yang anda draft, cable itu termasuk parents, kawan, guru-guru anda, boss anda di tempat kerja
3. Jika ingin mencari sendiri, lihatlah dulu

โ€œWanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena kedudukannya/keturunannya, karena kecantikannya dan keranan agamanya. Maka, pilihlah yang baik agamanya niscaya engkau beruntung.โ€
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari (3/242), Muslim (2/1086), Abu Dawud (2047), anโ€”Nasaaโ€™i (6/68) dan Ibnu Majah (1858))

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฑูŽุฌูู„ู ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽ ุงูู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ : ุฃูŽู†ูŽุธูŽุฑู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงูุฐู’ู‡ูŽุจู’ ููŽุงู†ู’ุธูุฑู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang hendak menikahi wanita,”Apakah kamu sudah pernah melihatnya?”. “Belum”, jawabnya. Nabi SAW bersabda,”Pergilah melihatnya dahulu”. (HR. Muslim)

Maka langkah pertama anda melihatnya buat pertama kali dan jika anda berdetap, wajahnya sedap mata memandang, maka itu sudah cukup.

Komen dan Soalan