Utama Bilik (93) Cabang Cabang Iman Syuabul Iman: Cabang Ke-9 (Beriman dengan balasan Syurga dan Neraka)

Syuabul Iman: Cabang Ke-9 (Beriman dengan balasan Syurga dan Neraka)

109
0

Hari ni cabang ke 9 sangat sangat penting..

Beriman dengan balasan Syurga dan Neraka.

“Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Ishaq Ath Thalaqani, dia berkata; Telah menceritakan kepadaku An Nadlar Bin Syumail Al Mazini, dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu Na’amah, dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu Hunaidah Al Barra’ Bin Naufal, dari Walan Al ‘Adawi, dari Hudzaifah,

Dari Abu Bakar Ash Shiddiq, dia berkata; “”Disuatu pagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat shubuh Kemudian duduk, hingga ketika tiba waktu Dhuha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa, kemudian duduk di tempat semula hingga beliau shalat Dzuhur, Ashar dan Maghrib, beliau tidak berbicara hingga shalat isya di akhir malam, kemudian pulang ke keluarganya, maka orang-orang berkata kepada Abu Bakar; “Mengapa tidak kamu tanyakan kepada Rasulullah atas apa yang beliau lakukan hari ini, padahal sebelumnya belum pernah melakukannya sama sekali?” Ia berkata; kemudian dia bertanya kepada beliau, maka beliau menjawab: “Ya, telah diperlihatkan kepadaku apa yang akan terjadi dari urusan dunia dan akhirat, maka dikumpulkanlah orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang datang di satu tempat, maka manusia ketakutan dengan hal itu, sehingga mereka datang kepada Adam sementara keringat hampir hampir menutupi mereka, mereka berkata; ‘Wahai Adam, engkau adalah bapak manusia dan Allah ‘azza wajalla telah memilihmu, maka mintalah syafa’at untuk kami kepada Rabbmu, ‘Adam menjawab; ‘Aku pun sedang menghadapi seperti apa yang sedang kalian hadapi, pergilah kepada bapak kalian setelah bapak kalian, yaitu Nuh, ‘Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran atas segala umat.”

Maka mereka datang kepada Nuh kemudian berkata; ‘berilah kami syafa’at di hadapan Rabb-Mu, karena Allah telah memilih engkau dan mengabulkan doa-Mu dan Dia tidak menyisakan orang-orang kafir satu rumahpun diatas permukaan bumi.’maka Nuh berkata; ‘Aku tidak bisa memberi kalian syafa’at, maka pergilah menghadap Ibrahim karena sesungguhnya Allah menjadikan dia sebagai kekasihnya.’ Kemudian merekapun menghadap Ibrahim, dan Ibrahim berkata; ‘aku tidak bisa memberi kalian syafa’at, pergilah menghadap Musa, karena Allah pernah berbicara kepadanya secara langsung. ‘Kemudian Musapun menjawab; ‘aku tidak memiliki apa yang kalian minta, maka pergilah menghadap Isa bin Maryam, sesungguhnya dia bisa menyembuhkan orang buta, penyakit belang dan menghidupkan orang mati. ‘

Kemudian Isa menjawab; ‘aku tidak memiliki apa yang kalian minta, akan tetapi pergilah menghadap tuannya anak Adam, karena kuburannya yang pertama kali terbuka pada hari kiamat,

Pergilah menghadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pasti dia akan memberi kalian syafa’at di hadapan Rabb kalian. ‘Dia berkata; ‘Maka dia pergi, kemudian Jibril menghadap kepada Rabbnya, maka Allah berfirman: ‘izinkan dia (memberi syafa’at) dan berilah kabar gembira berupa syurga.’ dia berkata; kemudian jibril pergi dengan berita gembira tersebut, maka Muhammad pun tunduk bersujud selama satu Jum’at, kemudian Allah berfirman: ‘Angkat kepalamu wahai Muhammad, katakanlah kamu akan didengar dan berilah syafa’at kamu diberi izin memberi syafa’at.’ Dia berkata; maka dia mengangkat kepalanya dan ketika memandang Rabbnya diapun bersujud tunduk selama satu Jum’at yang lain,

Dan Allah berfirman lagi: ‘Angkatlah kepalamu dan katakanlah kamu akan didengar, berilah syafa’at kamu diizinkan memberi syafa’at.’ Dia berkata; dia pun pergi untuk bersujud, dan jibril memegang kedua tangannya, maka membuka doa doa yang belum pernah dibukakan sebelumnya kepada manusia sama sekali, maka beliau berkata; ‘Wahai Rabbku engkau telah ciptakan aku menjadi tuan anak Adam dan tidak ada kesombongan, Engkau jadikan aku orang yang pertama kali terbuka kuburannya pada hari Kiamat dan tidak ada kesombongan, sampai Engkau jadikan orang yang datang ke telagaku sebanyak apa yang ada diantara shon’a dan Ailah, ‘ kemudian dikatakan;

‘Panggillah para Shiddiqin agar mereka memberi syafa’at’, kemudian dikatakan; ‘panggillah para Nabi.’ Ia berkata; maka datanglah Nabi bersama sekelompok orang pengikutnya, dan ada Nabi yang bersama lima dan enam orang pengikut, dan ada Nabi yang tidak bersama seorangpun pengikut, kemudian dikatakan; ‘panggillah para syuhada agar mereka memberi syafa’at untuk orang-orang yang mereka inginkan.’ dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan; maka ketika para syuhada telah melakukannya, Nabi berkata: Allah berfirman ‘Aku adalah yang paling pengasih dari para pengasih, masukkanlah kedalam syurgaku orang yang tidak menyekutukanku dengan suatu apapun.’ Ia berkata; maka merekapun masuk kedalam syurga. Dia berkata: kemudian Allah berfirman: ‘Lihatlah kedalam neraka, apakah kalian menjumpai seseorang yang pernah berbuat satu kebajikan? ‘Dia berkata; maka mereka mendapatkan seorang laki-laki, kemudian Allah bertanya kepadanya: ‘Apakah kamu pernah berbuat satu kebajikkan? ‘ Laki-laki itu menjawab; ‘tidak, kecuali dulu aku pernah memberikan kemudahan kepada manusia dalam masalah jual beli.’ Maka Allah berfirman: ‘Mudahkanlah kepada hambaku sebagaimana dia telah memberi kemudahan kepada hamba-hambaku yang lain.’

Kemudian mereka mengeluarkan seorang laki-laki dari neraka, dan Allah bertanya kepadanya; ‘ apakah kamu pernah melakukan satu amal kebaikan? ‘ ia menjawab; ‘tidak, kecuali aku pernah menyuruh anakku jika aku mati, bakarlah aku dengan api kemudian tumbuklah aku hingga seperti tepung, kemudian bawalah ke laut lalu tebarkanlah di udara, Maka demi Allah Rabb seluruh alam, tidaklah akan mampu mengembalikanku selama-lamanya.’ Maka Allah berfirman: ‘Kenapa kamu lakukan hal itu? ‘ dia menjawab; ‘karena takut kepadaMu.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan: maka Allah berfirman: ‘Lihatlah kerajaan yang paling agung kerajaannya, maka sesungguhnya bagimulah seperti itu bahkan sepuluh kali lipat sepertinya.‘Nabi melanjutkan: Hamba tersebut berkata; ‘mengapa Engkau menghinaku sedangkan Engkau adalah raja?”” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “”Itulah yang membuatku tertawa di waktu dhuha.”

Rujuk Sahih Bukhari, Bab Isi Syurga Dan Neraka

Hadis Kedua:
“Telah menceritakan kepada kami Mu’ad bin Asad, telah mengabarkan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Muhammad bin Zaid, dari Ayahnya, bahwa dia telah menceritakan kepadanya, dari Ibnu ‘Umar, mengatakan,

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, bersabda: “Ketika penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka telah memasuki neraka, didatangkan kematian yang diletakkan diantara syurga dan neraka, lantas disembelih. Seorang juru seru menyampaikan pengumuman; ‘Hai penghuni surga! Sekarang tidak ada kematian. Hai penghuni neraka, sekarang tak ada lagi kematian. Maka penghuni surga bertambah senang sedangkan penghuni neraka menjadi sangat sedih.”

Rujuk Sahih Bukhari, Bab Isi Syurga Dan Neraka

Cabang Ke-9

Beriman dengan akan dibalas semua manusia yang beriman dan beramal soleh dengan Syurga dan yang Musyrik dan kafir akan di tempatkan di neraka. Adalah Al-Quran dan Al-Hadis menceritakan akan banyaknya perkhabaran Syurga dan neraka.

Maka kita tasdiq dalam hati, taqrir dengan lisan dan amal dengan mengejar ganjaran dengan amal amal soleh dan melarikan diri dari amal amal engkar yang dijanjikan akan neraka.

1 hadis mengenai ahli syurga yang terakhir dimasukkan, kerana pernah ada perasan takut akan siksaan Allah swt

Diberi syurga 10 kali ganda dunia ini saiznya.

Dan hadis kedua

Adalah setelah semua di masukkan ke dalam syurga, yakni yang terakhir tadi..

maka Maut akan di sembelih, tiada lagi maut.

dan ahli syurga akan kekal selama lama lama lamanya dalam syurga..

Begitu juga keadaanya ahli neraka. Dari itu tasdiqkanlah didalam hati sebenar benarnya perkhabaran ini pasti dan pasti dan pasti akan berlaku.

Sampaikanlah, ulanglah cerita ini pada keluarga, jiran dan setiap Muslim

Takutlah akan siksaan neraka. Gemar dan kejarlah ganjaran syurga dengan amal soleh.

Wallahu a’lam bi sowwab

Komen dan Soalan