Utama Bilik (40) Asas Ilmu Hadits 01.07 #100315 Bilik (40) Asas Ilmu Hadits: Hubungkait asSunnah dan alQuran

01.07 #100315 Bilik (40) Asas Ilmu Hadits: Hubungkait asSunnah dan alQuran

166
0
Allah-Muhammad-Black-Background_1 
 
Nota 01.07 Hubungkait asSunnah dan alQuran
 
Susunan: BroSyarief
 
Di dalam alQuran sering disebutkan agar kita mentaati Allah dan RasulNya (8:20, 46).
 
Apabila kita berselisih tentang sesuatu kita diminta mengembalikan urusan itu kepada Allah dan RasulNya (4:59).
 
Dan tak sedikit disebutkan berulang-kali pasangan al-Kitab dan al-Hikmah (yakni: asSunnah) yang diajarkan kepada kita agar diikuti (2:129, 151; 62:2).
 
Ditambah pula penjelasan Baginda Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam:
 
ألا إني أوتيت القرآن ومثله معه
 
“Aku telah dikurniakan al-Quran dan yang seumpamanya bersamanya (yakni: asSunnah)”
 
[HR Abu Dawud, at-Tirmizi, Ibn Majah & ad-Daarimi. at-Tirmizi: Hasan]
 
Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan:
 
“Telah aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang tidak pernah akan menyesatkan kalian selepas (berpegang) dengan kedua-duanya; (1) Kitabullah (yakni: alQuran), dan (2) sunnahku”
 
[HR al-Hakim: Sahih, disepakati oleh az-Zahabi]
 
Ini menjadikan perhatian kita terhadap al-Quran dan as-Sunnah sebagai satu pakej 2 dalam 1 yang tak dapat dipisahkan sebagai panduan kehidupan.
 
Dan hubungan korelasi antara alQuran dan asSunnah secara teknikalnya berfungsi dalam salah satu dari 3 bentuk:
 
1. as-Sunnah mendokong dan memastikan apa yang disebut di dalam alQuran.
 
Apabila disebut tentang kewajiban solat, puasa, zakat, dan sebagainya. Hadits-hadits Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam juga tidak lekang dari menekankan kewajiban perkara-perkara yang sama.
 
2. as-Sunnah mentafsir dan menjelaskan apa yang disebut oleh al-Quran.
 
Sebagaimana sebahagian besar praktis ibadah disebut secara umum di dalam al-Quran, rujukan butiran bagi ibadah-ibadah tersebut dihurai dan dipraktikkan oleh Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam dengan lebih terperinci untuk dilaksanakan oleh umatnya, seperti solat, puasa dan sebagainya.
 
as-Sunnah juga menjelaskan apa yang tidak jelas dari al-Quran seperti apabila Allah menyebutkan:
 
“Orang yang beriman dan tidak membaluti iman mereka dengan kezaliman, merekalah yang akan menikmati keamanan dan mereka juga mendapat petunjuk” (Al-An’am:82)
 
Sebahagian sahabat mengadukan kepada Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam: ‘Siapa di kalangan kami yang tak menzalimi dirinya sendiri?’
 
Nabi sallalLaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Zalim di sini bermaksud syirik.
 
[HR al-Bukhari & Muslim]
 
3. as-Sunnah juga melengkapkan pada apa yang tidak disebut di dalam al-Quran dalam urusan akidah, hukum-hakam, dan lain-lain.
 
Contohnya hadits-hadits yang menceritakan sifat malaikat dan jin, hajarul-aswad, azab kubur, hukuman rejam, larangan memakai emas dan sutera bagi lelaki dan banyak lagi yang mana ia tidak disebutkan di dalam al-Quran.
 
walLaahu a’lam
 
Ruj: Ulum Al-Hadits Asiluha wa Mu’asiruha, karangan Prof Dr Muhammad Abullayts KhairAbaadi.
 
#BroSyariefShares

 

Komen dan Soalan